Oleh : Sulthani

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Sul-Sel.

Jakarta, (30/10/2026) Hari Jumat adalah hari yang sakral bagi umat Islam. Partai Golkar Sulawesi Selatan menggagas agenda kegiatan yang tidak sekadar Outbound, Ini blue print konsolidasi Golkar Sulsel di

Kawasan wisata Bulu Tanah Malino, Gowa. Antata bulan Oktober dan bulan November Malino tidak hanya diselimuti kabut khas pegunungan, tetapi juga secara simbolis "menguning" karena seluruh pengurus DPD I dan fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan berkumpul di Bulu Tanah Malino mengenakan atribut partai warna kuning.

Di bawah komando Ketua DPD I yang baru dilantik, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), agenda orientasi, outbound, dan rapat kerja ini mengantar pesan politik yang sangat kuat, Golkar Sulsel sedang memeriksa mesin politiknya untuk merecoveri komponen partai yang perlu diinjeksi dengan 'semangat baru" dan soliditas total.

Memilih alam terbuka seperti Malino untuk suatu agenda politik strategis adalah pilihan taktis yang cerdas dan progresif. Langkah ini melampaui formalitas rapat pleno di hotel berbintang, dan memiliki nilai urgensi :

1. Golkar Sul Sel mengisyaratkan merawat persaudaraan,.memelihara silaturahmi, menjadikan pengurus dan kader partai Golkar Sul Sel sebagai keluarga besar. Karena politik sering kali terjebak miskomunikasi pengurus akibat faksi- faksi sehingga terjadi sekat antar sesama pengurus partai maupun dengan kader. Dengan format outbound, semua pengurus melebur tanpa jarak. Permainan tim dan aktivitas fisik di alam terbuka dipaksa menjadi instrumen untuk mencairkan ketegangan pasca pelantikan. Esensi dari outbound ini adalah penyamaan frekuensi; bahwa memenangkan beringin di Sulawesi Selatan tidak bisa dilakukan dengan kerja individu, melainkan melalui kerja kolektif yang presisi.

2. Periode kepemimpinan IAD 2025- 2030 membutuhkan soliditas yang kokoh, loyalitas tanpa batas, bebas kepura-puraan. Orientasi di Bulu Tanah ini bertindak sebagai fase penyelarasan ideologi dan target. Rapat kerja yang disisipkan di sela- sela kegiatan alam berfungsi untuk menyusun cetak biru (blueprint) atau roadmap gerakan partai secara taktis dan strategis. Di sinilah koordinasi antar bidang dirapikan agar arah kerja organisasi menjadi lebih terukur, dan tidak tumpang tindih.

3. "Menguningnya" Malino secara psikologis mengirimkan sinyal kuat kepublik dan kompetitor politik di Sulawesi Selatan, bahwa Golkar ingin menunjukkan struktur internal saat ini amat solid dan siap hadapi tantangan serta rebut kemenangan di Sul Sel Organ partai terorganisir dengan baik, dan siap bergerak kapan saja. Konsolidasi yang matang di tingkat hulu (pengurus provinsi) ini menjadi modal mutlak sebelum mereka menggerakkan struktur di tingkat hilir (kabupaten/kota hingga desa).

Penulis simpulkan bahwa momen menguningnya Bulu Tanah Malino pada akhir Oktober 2026 ini bukan sekadar acara rekreasi berbaju partai. Ini adalah ritual konsolidasi yang esensial. Di tengah dinamika politik modern yang bergerak cepat, kebersamaan yang dibangun dari bawah pohon pinus Malino diharapkan pohon beringin tumbuh subur melahirkan bibit beringin yang memiliki komitmen "Toddopuli"/ mengakar kuat. Ujian sebenarnya bagi Golkar Sulsel adalah bagaimana energi, tawa, dan kesepakatan yang lahir di alam Malino nan sejuk dapat ditransformasikan menjadi program nyata yang menyentuh masyarakat Sulawesi Selatan.