Amperanewsmakassar.com, Pangkep - Rencana isteri dari anggota DPRD Pangkep yang berjumlah 21 orang mengadakan Studi Tiru ke Bali, yang sudah memesan tiket dan akomodasi ditunda sementara waktu akibat munculnya kritikan dan sorotan. Informasi yang dihimpun wartawan media ini, mengungkapkan, bahwa kenapa mesti rencana Studi Tiru ke Bali harus dibatalkan, padahal anggarannya ada dan jelas. Kalaupun rencana Studi Tiru ke Bali dibarengi dengan selingan lain itu wajar. " Tak satu pun kunjungan Studi apa saja pasti disertai dengan selingan. Yang salah kalau studi tersebut fiktif dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Itu berarti hanya kegiatan buang uang negara dan pemborosan. Tetapi kalau kegiatannya jelas dan punya manfaat saya kira tidak perlu dipersoalkan, " ungkap sumber media ini yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Lutfi Hanafi Ketua Komisi II DPRD Pangkep, mengakui kalau rencana ke berangkatan istri dari anggota DPRD Pangkep sebanyak 21 orang yang mengadakan Studi Tiru ke Bali, memiliki anggaran yang jelas.
"Tetapi kita menghormati kritikan yang muncul di masyarakat. Studi Tiru ditunda, bukan dibatalkan. Selama ini ibu -ibu anggota DPRD Pangkep, memiliki agenda yang jelas untuk kepentingan masyarakat. Jadi tak satupun kegiatan dari ibu anggota dewan tidak yang sia--sia. Semuanya jelas untuk membantu masyarakat, " ungkap Lutfi Hanafi. (ramli/an)).