amperanewsmakassar.com, Maros || Seorang ibu lanjut usia, Sapinah (65), tinggal seorang diri di rumah gubuk yang nyaris rubuh yang tidak layak huni. Kondisi rumah yang hanya berdinding tripleks dan ditambal dengan kain- kain sobek membuat miris setiap warga yang melihatnya. Gubuk Sapinah yang terletak di Desa Tunikamaseang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sudah berlangsung tahunan dan  telah mendapat atensi dari pemerintah setempat. 

Pemerintah Kecamatan Bontoa merespons cepat terkait viralnya kondisi seorang warga lansia bernama Sapinah (65) yang diketahui tinggal seorang diri di rumah yang tidak layak huni di Desa Tunikamaseang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros Kamis, (15/1/2026)

Camat Bontoa, Baso, SE, M.Si, menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah melaporkan kondisi rumah Sapinah kepada instansi terkait.

ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maros pada November 2025 lalu untuk diusulkan masuk dalam program bedah rumah tidak layak huni.

“Kami dari pemerintah kecamatan Bonto sudah melaporkan kondisi rumah Ibu Sapinah ke Dinas PUPR Maros pada November 2025 untuk diusulkan program bedah rumah. Mudah-mudahan pada tahun 2026 ini bisa terealisasi,” ujar Baso saat dikonfirmasi Via WhatsApnya Kamis,15/1/2026.

Selain upaya pengusulan perbaikan rumah, Baso juga menyampaikan bahwa Sapinah telah menerima sejumlah bantuan sebagai bentuk perhatian pemerintah. Di antaranya, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sebesar Rp300 ribu per bulan serta bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Maros.

Menurutnya, pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait agar kebutuhan dasar warga lansia yang hidup sendiri tersebut tetap terpenuhi, sembari menunggu realisasi program perbaikan rumah.

Pemerintah Kecamatan Bontoa mengimbau masyarakat untuk tetap melaporkan kondisi warga yang membutuhkan perhatian khusus agar dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme. (Edi Hamzah-ira)