amperanewsmakassar.com, Maros || Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin Laksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati dari Ekstrak Daun Pepaya di Desa Tunikamaseang, Kec. Bontoa, Kab. Maros Sabtu, (17/1/2026).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin angkatan 115 melaksanakan program kerja individu berupa “Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati dari Ekstrak Daun Pepaya”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Nurhikmah, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, bertempat di Kantor Desa Tunikamaseang pada 12 Januari 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 22 orang yang terdiri dari Mahasiswa KKN dan anggota kelompok tani yang mewakili lima dusun di Desa Tunikamaseang.

Pelaksanaan program kerja ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida kimia dalam pengendalian hama tanaman. Penggunaan pestisida sintetik secara terus-menerus berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti resistensi hama, gangguan keseimbangan agroekosistem, serta risiko kesehatan bagi petani dan lingkungan. Disisi lain, Desa Tunikamaseang memiliki potensi sumber daya hayati lokal yang mudah diperoleh, salah satunya daun pepaya, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai alternatif pengendalian hama.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada petani mengenai konsep pestisida nabati dan perannya sebagai alternatif pengendalian hama tanaman, sekaligus melatih petani dalam proses pembuatan pestisida nabati berbahan dasar ekstrak daun pepaya dengan teknik yang sederhana dan mudah diterapkan.

Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam memanfaatkan sumber daya hayati lokal sebagai input pertanian yang lebih ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetis, serta mendorong penerapan prinsip pengendalian hama terpadu secara praktis di lapangan.

Sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa KKN-T memperkenalkan pemanfaatan ekstrak daun pepaya sebagai pestisida nabati. 

Nurhikmah mengatakan, bahwa daun pepaya mengandung senyawa alami yang mampu mengganggu aktivitas makan dan pertumbuhan hama tertentu, sehingga lebih efektif digunakan pada kondisi serangan ringan maupun sebagai tindakan pencegahan. 

"Pestisida nabati ini tidak ditujukan sebagai pengganti mutlak pestisida kimia, melainkan sebagai bagian dari strategi pengendalian hama yang berkelanjutan," jelasnya.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan melalui pemaparan materi mengenai pengertian pestisida nabati, perbedaan dengan pestisida sintetik, cara kerja pestisida nabati daun pepaya, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam pengendalian hama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan praktik langsung pembuatan pestisida nabati, mulai dari proses pengolahan bahan, pencampuran, hingga teknik aplikasi yang tepat di lapangan. 

Program kerja ini dilaksanakan dengan tujuan, untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan transfer pengetahuan kepada masyarakat desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani di Desa Tunikamaseang mampu menerapkan pestisida nabati secara tepat guna, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta menjaga keseimbangan agroekosistem guna mendukung pertanian yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan. (Edi Hamzah-ira)