amperanewsmakassar.com, Wajo  - Inspektorat Kabupaten Wajo akhirnya bergerak cepat menindaklanjuti laporan LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Wajo, terkait aduan masyarakat Kelurahan Maddukelleng tentang pembangunan jalan dan talud di pekuburan Bulu Lopi.

Pembangunan jalan dan talud tersebut, dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan warga. Tim Inspektorat, yang dipimpin oleh Hj Kurnia, turun langsung ke lokasi bersama Lurah Maddukelleng, Sabran, perwakilan warga, dan LSM LIRA untuk meninjau kondisi lapangan dan mendengarkan aspirasi warga, Selasa (08/01/2026).

Laporan LSM LIRA ini merupakan bukti bahwa masyarakat tidak lagi mau diam terhadap pembangunan yang tidak berpihak pada kepentingan mereka. “Kami tidak bisa lagi menerima pembangunan yang hanya menguntungkan segelintir orang,” kata Abrar Mattalioe, Ketua LIRA Wajo.

Dalam pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan untuk melakukan penyesuaian teknis pada pekerjaan yang telah dilaksanakan, termasuk penambahan ketinggian talud, penambahan timbunan badan jalan, dan pembuatan gorong-gorong untuk mengantisipasi genangan air.

Lurah Maddukelleng, Sabran, menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil musyawarah bersama demi kepentingan masyarakat dan keselamatan lingkungan sekitar.

Warga Maddukelleng menyambut baik kehadiran Inspektorat dan respons atas laporan mereka. “Kami berharap kesepakatan ini benar-benar direalisasikan agar pembangunan yang ada dapat memberikan manfaat jangka panjang,” kata Sumarwi, Bsc salah satu warga. Mereka juga meminta agar pemerintah daerah lebih transparan dalam proses pembangunan.

Abrar Mattalioe, Ketua LIRA Wajo, menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan untuk memastikan bahwa hasil kesepakatan dijalankan sesuai komitmen bersama. “Kami akan terus mengawal proses ini untuk memastikan bahwa pembangunan di Wajo berkualitas dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” katanya.

Inspektorat Wajo telah berjanji untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kesepakatan ini. “Kami akan memastikan bahwa semua pihak menjalankan komitmen mereka,” kata Hj Kurnia.

Dengan adanya laporan LSM LIRA ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih aktif dalam mengawasi pembangunan di daerah mereka. “Kami akan terus berjuang untuk memastikan bahwa pembangunan di Wajo berkualitas dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Abrar Mattalioe. (**).