Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pernyataan keras terkait Israel dalam pidato yang dirilis menjelang musim ibadah haji, Jumat (29/5/2026). Dalam pernyataannya, Mojtaba menyebut Israel sedang berada di fase akhir keberadaannya dan menggambarkan negara tersebut sebagai ancaman yang menurutnya tidak akan bertahan lama. Ia juga kembali menyinggung pandangan yang sebelumnya pernah disampaikan Ayatollah Ali Khamenei mengenai masa depan Israel.

Mojtaba menegaskan bahwa Iran menilai kawasan Timur Tengah tengah mengalami perubahan geopolitik besar. Ia menyatakan masa depan kawasan dan dunia akan dipengaruhi oleh kebangkitan dunia Islam, sembari menyerukan kesiapan menghadapi berbagai tantangan keamanan dan politik di kawasan. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dalam kesempatan yang sama, Mojtaba juga memperingatkan Amerika Serikat terkait keberadaan pangkalan militer di Timur Tengah. Ia menyebut pengaruh dan ruang gerak AS di kawasan semakin menyempit serta menegaskan Iran akan merespons setiap tindakan yang dianggap sebagai agresi terhadap negaranya.

Ketegangan meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan udara Amerika Serikat menyusul dugaan serangan AS terhadap aset Iran di sekitar Bandar Abbas. IRGC menyebut langkah itu sebagai respons militer dan memperingatkan bahwa setiap tindakan serupa akan mendapat balasan lebih tegas.

Di tengah situasi tersebut, laporan media Iran menyebut pemerintah dan militer negara itu tetap berada dalam kesiapsiagaan tinggi, termasuk menghadapi kemungkinan gagalnya perundingan atau kesepahaman dengan Amerika Serikat. Sejumlah pejabat militer Iran juga menyatakan bahwa respons pada konflik berikutnya dapat melibatkan strategi dan skala berbeda dibanding sebelumnya.

Sumber: viva co id