amperanewsmakassar.com, Makassar || Aroma tak sedap pada proyek rehabilitasi pembangunan ruang kelas baru di SMK Negeri 1 Makassar memantik reaksi dari sejumlah kalangan. Salah satunya datang aktivis dan pegiat antikorupsi menyuarakan APH segera melakukan telisik atas dokumen kontrak proyek bangunan ruang kelas di sekolah tersebut.
Aktivis antikorupsi, Mulyadi SH kepada Celebesnews pada, Sabtu (10/1/2026) sore mendorong APH segera turun ke lapangan melakukan uji konstruksi atas pelaksaaan pembangunan ruang kelas baru di SMK Negeri 1 Makassar tersebut terkait spek dan volume material yang digunakan. Dilansir dari celebesnews.co.id.
Ia meminta pemeriksaan berbasis alat bukti dan verifikasi faktual dilakukan oleh APH guna menguji kesesuaian dokumen perencanaan/kontrak dengan realisasi pekerjaan fisik di lapangan.
“Kita mendorong APH untuk masuk dalam rangka menekankan prinsip tepat sasaran, terukur, transparan, dan akuntabel dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pertanggungjawaban kegiatan,”tandasnya.
Kontrak kerja yang diterima oleh kontraktor atau rekanan perlu didalami atau diuji untuk memastikan kondisi fisik bangunan apakah telah sesuai kontrak atau tidak melalui verifikasi dokumen dan pemeriksaan lapangan.
“Nahhh… jangan sampai proyek miliaran rupiah ini justru dikerjakan asal-asalan, jauh dari spesifikasi teknis. Lebih miris lagi, jangan sampai dapat mengarah pada timbulnya indikasi atau potensi kerugian negara,”ujarnya.
Terpisah, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Makassar menjelaskan terkait pemakaian material semen kemasan 40 kg pada proyek ini bukan dalam anggaran revitalisasi, tapi anggaran dana BOSP untuk perbaikan lobi dan jalanan masuk. (Liputan : Ical)