Penulis: Irianto Amama

amperanewsmakassar.comLUntuk meneruskan usaha yang dirintisnya sejak tahun 2025, tidak semudah yang diharapkan. Butuh modal usaha demi melanjutkan bisnis limbahnya itu. Ha'dado pun melibatkan keluarga, membahas masalah modal yang dibutuhkan. 

Dan, pada tahun 2026 mendapat kredit dari bank BRI melalui kantor Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Distrik Navigasi Kelas 1 Makassar, di mana ia memulai karirnya sebagai abdi negara. 

Alhasil, bisnis limbah yang diberi cap, UD HA'DADO GO GREEN" mulai memperluas jaringan. Dengan modal kredit itu kemudian dibelanjakan untuk pengadaan arnada sebagai kendaraan operasional. 

Pelan tapi pasti dan pada tahun 2026 mulai menampakkan hasil. Ada gambaran di benaknya, usaha ini harus berhasil. Maka, disetiap langkahnya dan disertai semangat yang tinggi, usaha ini mulai merambah sampai ke Pulau Jawa. Sebuah usaha yang tak mengenal lelah dan saat ini 'UD HA'DADO GO GREEN" telah memiliki 4 (empat) unit armada yang mengangkut bahan baku dari Pare-pare sampai ke Morowali. 

Belajar dari pengalaman dan berguru kepada teman bisnisnya, usaha yang telah digeluti Ha'dado kini memasuki tahun ke 20 dengan memberdayakan tenaga kerja warga Maros sebanyak 20 orang telah menampakkan hasil yang signifikan. 

Mekipun untuk saat ini UD HA'DADO hanya mengoperasikan 2 (dua) unit mesin dengan omzet setiap mesin menghasilkan 12 ton. Namun,

Ha' dado sudah mampu memberi upah kepada karyawan Rp. 10.000.000 - Rp13 000.000,- setiap minggu. 

Untuk mempertahankan hasil produksi dari usahanya itu, Ha'dado ' menjaga kepercayaan dan kualitas' kepada mitra bisnisnya. Kepercayaan dan kualitas dari sebuah usaha harus terjaga dan sangat penting artinya agar tercipta kerja sama yang baik untuk kelanjutan bisnis. 

Meskipun usaha ini sering mendapat sorotan publik karena yang dikelolah adalah sampah (limbah), di atas lahan seluas 50 are, namun tetap mendapat perhatian serius dari Ha'dado dengan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian Lingkungan Hidup dengan menanam pohon di sekitarnya sesuai dengan cap usahanya, "UD HA'DADO GO GREEN".  

Dari penelusuran penulis, bukan hal yang mustahil bahwa usaha yang telah dibangun oleh seorang Ha'dado selama 20 tahun membutuhkan perjuangan yang cukup panjang dan kerja keras yang telah berhasil membina keluarga dan mendidik 3 (tiga) orang anak. Anak pertama bertugas di Polda Sulawesi Selatan. Anak kedua sedang menyelesaikan pendidikan S2 di UNM dan yang ketiga di SMA Angkasa Makassar .

Dari sebuah usaha dan perjuangan yang dilakukan oleh Ha'dado dengan memberdayakan tanaga kerja lokal dengan tetap menjaga Lingkungan Hidup maka sewajarnya pemerintah memberi Award berupa Kalpataru sebagai 'Juragan Limbah' dari Marusu. Karena tidak semua orang mau bergelut dengan pekerjaan yang menurut sebagianorang adalah pekerjaan yang 'menjijikan'. (Bersambung)